Sekolah Internasional Islam Tahfidz Quran

Native Speaker Asal Kanada Ajarkan Bahasa Inggris Ke Pelajar I2ST

TERKINI ||  Moving Class Mastery Learning (MCML) Bahasa merupakan salah satu Program Unggulan di Sekolah Internasional Islam Tahfidz Qur’an Ponpes Dzikir Al-Fath, dengan program ini siswa dijamin lancar bahasa inggris dalam 3 bulan dan mampu menghapal 400 kosa kata dalam 1 bulan begitupun Bahasa Arab, selain itu salah satu kegiatan dari progam ini adalah mengasah kemampuan Siswa/ Siswi dalam berceramah dengan menggunalan 3 bahasa (Bahasa inggris, Arab dan Indonesia).

“MCML Bahasa ini berceramah dengan menggunakan metode Taddabur Al Quran. Kami mendidik para pelajar tingkat SMP, SMA, SMK dan MA dalam tempo dua minggu untuk bisa menyampaikan ceramah di depan publik dengan tiga bahasa,” kata Direktur Sekolah Internasional Islam Tahfidz Quran Ponpes Dzikir Al Fath Prof.Dr.KH. M Fajar Laksana.

Program MCML difokuskan pada sistem belajar bukan hanya didalam kelas tapi juga di luar kelas, selain itu dalam Program MCML selalu mendatangkan Native Speaker dari seluruh dunia agar para siswa diajarkan dan berdialog secara langsung salah satunya adalah Mr. Peter Gregory native speaker asal Kanada yang didatangkan dan ajarkan Bahasa Inggris kepada Siswa I2ST selama tiga minggu.

“Dari MCML ini diharapkan lahir para kader da’i yang piawai berceramah dalam tiga bahasa,” Tuturnya.

Program lain yang saat ini akan digalakkan Sekolah Internasional Islam Tahfidz Quran Ponpes Al-Fath adalah kerja sama pendalaman bahasa Inggris dan bahasa Arab dengan lembaga kursus bahasa di Kampung Inggris, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dalam kerja sama ini, para siswa bermukim di Kampung Inggris selama tiga bulan untuk memperdalam salah satu bahasa yang mereka inginkan.

hasil belajar mereka di Kampung Inggris akan dievaluasi setiap bulan. Hal ini untuk melihat perkembangan penguasan selama mengikuti program tersebut.

“Jangan sampai biaya yang dikeluarkan orang tua tidak membuahkan hasil untuk kemajuan siswa dalam berbahasa asing. Makanya kami akan terus memantau perkembangan para siswa selama di Pare,” Ucap Prof,.Dr.KH. M Fajar Laksana.

Sumber : https://seputarsukabumi.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *