Santri Ponpes Dzikir Al Fath Dibekali MCML dan Tiga Bahasa

TERKINI || CIKOLE – Moving Class Mastery Learning (MCML) Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath Sukabumi merupakan kegiatan untuk mengasah kemampuan santri dalam berceramah dengan menggunalan 3 bahasa. Santri diwajibkan bisa menggunakan bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab dengan baik.“MCML ini menggunakan metode tadabur Alquran. Kami mendidik para pelajar tingkat SMP dan SMK dalam tempo dua minggu untuk bisa menyampaikan ceramah di depan publik dengan tiga bahasa,” kata Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, KHM. Fajar Laksana kepada wartawan, kemarin (7/1).

Fajar menjelaskan, program MCML difokuskan pada sistem belajar di luar kelas. Materinya, pembelajaran bahasa di depan publik yang ditunjang penggunaan bahasa tersebut dengan baik.” Dari MCML ini diharapkan lahir para kader dai yang piawai berceramah dalam tiga bahasa,” katanya.

Program lain yang saat ini akan digalakkan Al-Fath adalah kerja sama pendalaman bahasa Inggris dan bahasa Arab dengan lembaga kursus bahasa di Kampung Inggris, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dalam kerja sama ini, para siswa bermukim di Kampung Inggris selama tiga bulan untuk memperdalam salah satu bahasa yang mereka inginkan.

Kepala Sekolah SMK Islam Teknologi Al-Fath, Erwin Hendarwin menjelaskan, tahun ini pihaknya akan memberangkatkan 10 siswa ke Pare. Selama berada di sana, beban biaya ditanggung oleh orang tua masing-masing. Karena itu sekolah tidak mewajibkan para siswa ikut dalam program tersebut.“Memang kami tidak mewajibkan, namun akan memfasilitasi para siswa yang ingin belajar di sana. Kami telah menjalin kerja sama dengan beberapa lembaga kursus bahasa,” katanya.

Erwin menambahkan, hasil belajar mereka di Kampung Inggris akan dievaluasi setiap bulan. Hal ini untuk melihat perkembangan pengusaan selama mengikuti program tersebut. “Jangan sampai biaya yang dikeluarkan orang tua tidak membuahkan hasil untuk kemajuan siswa dalam berbahasa asing. Makanya kami akan terus memantau perkembangan para siswa selama di Pare,” tuturnya.

Salah seorang siswi SMK IT Al-Fath kelas X, Yumna Shabirha Zahra yang akan berangkat ke Kampung Inggris pada pertengahan bulan Januari nanti telah mempersiapkan bekal, antara lain dengan mendalami bahasa Inggris. Dia mengaku, sudah ditawari untuk berangkat ke Pare sejak duduk di bangku SMP. Namun tidak pernah terwujud karena  terbentur keterbatasan dana untuk biayanya.“Semoga keberangkatan saya ke sana bisa meningkatkan kemampuan dalam berbahasa Inggris. Saya akan benar-benar fokus belajar di sana,” harap dia.

Sumber berita :

Santri Ponpes Al Fath Dibekali MCML dan Tiga Bahasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: